Mau? Kuliah di Kampus Ini IPK Terendah Dapat Hadiah

Mau? Kuliah di Kampus Ini IPK Terendah Dapat Hadiah

GENTENG – Ada kejadian unik di acara Wisuda Sarjana Strata 1 ke-23 IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi di Hall Mahkota Hotel Genteng pada Sabtu (25/11/2017). Lazimnya adalah mahasiswa berprestasi dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi, tetapi ada yang berbeda pada wisuda kali ini.

Kronologi

Dr. Imam Syafi’I, M.Pd selaku Plt. Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, dalam orasinya menyampaikan “Di Indonesia hanya orang-orang yang berprestasi yang selalu mendapat apresiasi, di luar negeri apresiasi terhadap perjuangan seseorang bukan hanya didasarkan prestasinya semata, suatu contoh di Olimpiade London beberapa tahun lalu ada seorang pelari asal Eropa yang mendapat standing applause dari seluruh hadirin di Stadion Wembley dan penghargaan khusus dari panitia, pelari tersebut mendapatkan semua itu bukan karena dia juara 1 atau yang tercepat”. “Pelari tersebut adalah pelari yang paling terkahir finish dengan jeda waktu 20 menit dari juaranya, hal ini karena dia mengalami cidera saat pelombaan berlangsung, tetapi dia pantang menyerah begitu saja, dalam kondisi cidera dia tetap melanjutkan lari sampai garis finis dengan dibantu pelatihnya, dia punya alasan sendiri” lanjut Doktor Imam dengan suasana ruangan yang hening.

“Alasannya adalah pelari tersebut memegang amanah sebagai duta negaranya dan dia tidak ingin mempermalukan negaranya, maka dia berjuang mati-matian hanya untuk sekedar finish, perjuangan itulah yang merebut hati penonton dan panitia, bahkan banyak yang menyaksikannya dengan mata yang berlinang air mata” lanjut Doktor Imam dengan tepuk tangan yang menbahana seantero Hall Mahkota Hotel Genteng

Doktor Imam melanjutkan “mestinya sama di wisuda seperti ini jangan hanya yang meraih IPK tertinggi yang diapresiasi, tetapi juga mahasiswa yang meraih IPK yang terendah juga diapresiasi, kita meyakini yang IPK terendah bukan berarti kurang secara akademik, bisa saja dia tidak bisa full ikut kuliah karena menfkahi keluarganya, dan udzur lainnya sehingga IPK-nya menjadi rendah” kembali disamput applause meriah dari para hadirin.

Setelah orasi ilmiah dilanjutkan pengukuhan sarjana starata 1. Pengukuhan selesai dan saat yang ditunggu wisudawan pun tiba, yaitu pengumuman mahasiswa berprestasi. Satu persatu mahasiswa berprestasi dipanggil. Satu persatu wisudawan berprestasi dari masing-masing prodi dipanggil dengan diampingi walinya masing-masing. Akan tetapi dari kejauhan Nampak Doktor Imam berbisik dengan Rektor dan Warek II seperti mendiskusikan sesuatu.

 

Setelah Warek II, H. Lukman Hakim, M.HI selesai memberikan piagam penghargaan dan tali asih kepada mahasiswa berprestasi, mikrofon diambil alih Rektor IAI Ibrahimy Genteng. Beliau menyampaikan “Baru saja saya mendapat amanat Bapak Doktor Imam untuk menyampaikan berita penting, Doktor Imam akan memberikan hadiah tiket pesawat Banyuwangi-Jakarta PP dan voucher menginap di hotel bintang lima bagi mahasiswa dengan IPK terendah masing-masing prodi, semua itu ditanggung uang pribadi beliau” tak ayal pengumuman tersebut membuat gemuruh tepuk tangan kembali mebahana di Hall Mahkota Hotel.

Tentu saja hal tersebut bisa menambah motivasi dan kepercayaan diri mahasiswa dengan IPK terendah semakin naik. Akan tetapi apresiasi seperti ai atas tidak boleh menjadi acuan mahasiswa IAI Ibrahimy untuk malas-malasan agar memperoleh IPK terendah. Karena belum tentu apresiasi semacam ini akan terjadi lagi tahun depan atau tahun-tahun berikutnya.

Sampai berita ini diturunkan, Biro Akademik IAI Ibrahimy masih merampungkan pendataan wisudawan tahun 2017 dengan IPK terendah. Selamat bagi yang beruntung, bagi yang belum jangan coba-coba. (zam)