MONITORING LPPM SEBAGAI REMINDERS TARGET MINGGU PERTAMA! #KKN POSDAYA BERBASIS MASJID 2018

MONITORING LPPM SEBAGAI REMINDERS TARGET MINGGU PERTAMA! #KKN POSDAYA BERBASIS MASJID 2018

KKN telah berjalan lebih dari satu pekan, tiba saatnya bagi tim LPPM IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi selaku panitia untuk melaksanakan monitoring. Dalam kegiatan monitoring ini, tim dibagi menjadi dua. Tim 1 dipimpin oleh ketua LPPM (Ahmad Izza Muttaqin, M.Pd.I) dan rekan menuju Kecamatan Songgon, yaitu tepatnya di Desa Balak, Sragi, Bayu, Bangunsari, Songgon, Sumberarum, dan Sumberbulu. Tim 2 dipimpin oleh bendahara LPPM (Imam Wahyono, M.Pd.I) dan rekan menuju Kecamatan Singojuruh dan sebagian wilayah Kecamatan Songgon, yaitu tepatnya di Desa Cantuk, Gumirih, Singojuruh, Kemiri, Sumber Baru, Alasmalang serta Desa Bedewang dan Parangharjo. Sebelum menuju TKP, kedua tim melaksanakan briefing guna persamaan persepsi tentang apa yang akan diobservasi dan evaluasi dari pelaksanaan KKN Posdaya Berbasis Masjid IAI Ibrahimy di minggu pertama. Pada kesempatan tersebut, LPPM telah membuat lembar checklist yang akan mengukur sejauh mana kelengkapan target minggu pertama.

 

Kelompok VIII - KKN POSDAYA 2018

Dalam kesempatan monitoring 1 oleh tim LPPM, berbagai cerita mewarnai perjalanan monitoring ke seluruh kelompok KKN. Seluruh kelompok KKN rata-rata kompak di dalam pelaksanaan KKN, bahkan mahasiswa MADIN dan PAIS juga sangat aktif di dalam kegiatan. Mahasiswa juga cepat membangun komunikasi dan silaturahmi dengan apatur desa, tokoh masyarakat, takmir masjid dan pihak-pihak terkait serta segenap masyarakat di masing-masing desa. Tentunya hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami tim monitoring. Beberapa kelompok juga telah mampu memenuhi target minggu pertama, di antaranya pembuatan SK pengurus Posdaya, pemetaan dan pembuatan peta. Mahasiswa juga telah mampu melaksanakan program-program di bidang keagamaan. Seluruh progress tersebut tentunya sangat membantu kinerja masing-masing kelompok KKN di dalam pengembangan program-program serta pelaksanaannya.

 

Hasil monitoring tim LPPM bukan hanya mendapatkan hasil yang positif, terdapat pula beberapa kelompok yang belum mampu memenuhi target yang telah di berikan. Hal-hal tersebut terjadi bukan karena kesalahan mahasiswa semata di dalam prosesnya. Namun, beberapa kekurangan terjadi juga diakibatkan karena faktor-faktor eksternal seperti kesibukan pihak-pihak terkait sehingga belum menemukan waktu yang tepat untuk musyawarah, adanya masyarakat yang menolak ketika dilakukan pendataan (miskomunikasi), serta adanya keluh kesah mahasiswa terhadap dosen pembimbing lapangan yang kurang perhatian terhadap mereka. Yah, tentunya keluh kesah mahasiswa tersebut kami tampung lalu diberikan pencerahan serta solusi-solusi oleh tim monitoring LPPM. Adapun semua alasan tersebut tidak dapat kami tolelir sebagai suatu dispensasi, tetap semua program harus berjalan sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Adapun resiko bagi yang belum memenuhi adalah tertinggal di belakang. Oleh sebab itu, tidak lupa tim monitoring senantiasa memotivasi masing-masing kelompok KKN agar memperbaiki kekurangan yang ada serta mengejar ketertinggalan dari kelompok lain. Ingat, setiap usaha pasti akan berbuah manis! Sampai jumpa di monitoring selanjutnya –(To Be Contiuned)

“Kekurangan dan kesalahan bukanlah akhir dari segalanya. Bangkit dan memperbaikinya adalah cara terhormat bagi para inovator”  (R_Ng )

  •  
  •  
  •  
  •  
  •