LAMBANG & LOGO

 

Bentuk lambang IAI Ibrahimy adalah garis lengkung membentuk Mihrab di apit dua pilar, diatasnya terdapat bintang sembilan dan didalam mihrab terdapat :

  • Kitab dalam keadaan terbuka, diatasnya terdapat sebuah pena
  • Obor dengan apinya  yang berkobar (lafad Allah)
  • Bola Dunia (bumi)
  • Tulisan Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi memakai huruf Kapital

 

Warna Lambang :

  • Dasar Warna Putih
  • Garis lengkung, dua pilar, dan bola dunia (bumi) warna hijau
  • Kitab dan pena, obor warna hitam
  • Bintang sembilan berwarna kuning
  • Api obor (lafad Allah) warna merah
  • Tulisan Institut Agama Islam dan Genteng Banyuwangi warna hitam.
  • Tulisan Ibrahimy warna hijau

 

Makna Lambang :

  • Garis lengkung membentuk Mihrab, melambangkan  simbol ubudiyah.
  • Dua pilar kiri dan kanan melambangkan keseimbangan dunia dan akhirat.
  • Kitab dan pena, melambangkan keilmuan/ilmu pengetahuan. Maksudnya IAI Ibrahimy siap mencetak kader-kader muslim yang berilmu tinggi, berjiwa besar dan berbudi luhur.
  • Obor melambangkan semangat yang berkobar-kobar. Maksudnya  seluruh warga IAI Ibrahimy selalu diliputi oleh gelora semangat yang berkobar-kobar dan tidak pernah padam dalam menyiarkan agama Allah.
  • Lafad Allah melambangkan ketuhanan/ketaqwaan kepada Allah Swt. Maksudnya setiap warga IAI Ibrahmy dalam pengabdiannya senantiasa dilandasi oleh keimanan, ketaqwaan dan keikhlasan kepada Allah Swt.
  • Bola Dunia (bumi) melambangkan asal manusia dari tanah dan kembali ke tanah. Maksudnya setiap warga IAI Ibrahimy dalam pengabdiannya senantiasa tawadhu’, rendah hati dan menjauhkan diri dari sifat dan sikap kesombongan.
  • Bintang berarti ketinggian cita-cita. Bintang besar berarti Nabi Muhammad Saw. Sembilan bintang berarti dalam naungan NU dan/atau wali songo. Empat bintang sebelah kanan berarti khulafaurrasyidin. Empat bintang sebelah kiri berarti imam madzhab yang empat.
  • Warna dasar putih berarti kesucian.
  • Warna hijau pada garis lengkung dan bola dunia berarti kebenaran dan kedamaian. Maksudnya setiap warga IAI Ibrahimy dalam pengabdiannya senantiasa menggantungkan cita-citanya setinggi langit dengan berpijak pada syari’at Nabi Muhammad Saw. (syari’at islam), yang dilanjutkan oleh khulafaurrasyidin, wali songo dengan memilih salah satu madzhab yang empat untuk menegakkan kebenaran dan kedamaian di muka bumi.