BAB I

PENDAHULUAN

 1. Sejarah Singkat IAI Ibrahimy Banyuwangi

Sejarah Berdiri dan Perkembangan Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng didorong oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal, adanya keinginan luhur untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan demi tanggungjawab masa depan bangsa dalam rangka ikut membantu meringankan beban pemerintah dalam mengatasi masalah pendidikan, timbullah pemikiran para tokoh NU Kabupaten Banyuwangi, para cendekiawan, tokoh-tokoh Islam, para alim ulama dan masyarakat Islam untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi. Hal tersebut didasarkan kepada realitas belum adanya lembaga pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Daerah Tingkat II Banyuwangi yang dapat menampung lulusan SLTA ( Madrasah Aliyah dan Pebdidikan Guru Agama). Faktor Eksternal,  adanya sinyalemen bahwa Kabuapten Banyuwangi akan dijadikan pusat kristenisasi di pulau jawa bagian timur, dengan program utamanya mendirikan perguruan tinggi. Hal ini mendorong para tokoh NU Kabupaten Banyuwangi, para cendekiawan, tokoh-tokoh Islam, para alim ulama dan masyarakat Islam untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi.

Pada tanggal 3 April 1984, bertempat di kediaman KH. Imam Zarkasyi Djunaidi (PP. Bustanul Makmur)) Genteng Kabupaten Dati II Banyuwangi, disyahkan berdirinya Fakultas Tarbiyah yang merupakan cabang dari Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy (UNIB) Sukorejo,Asembagus, Situbondo, dengan disaksikan oleh Bapak Drs. Sahilun A. Nasir selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Jember. Pengawasan perguruan Tinggi tersebut diserahkan kepada Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Banyuwangi, dan di bawah panitia pendiri yang terdiri dari unsur-unsur :

 

Pelindung : 1.   KH. As’ad Syamsul Arifin
    2.   KH. Mukhtar Syafaat (Blokagung)
    3.   KH. Abdullah (Pakis)
    4.   KH. Abd. Latif Syuja’ (Genteng)
Penasehat : 1.   KH. Mohammad Thohir, (Tegalpare)
    2.   KH. Ali Muhaidlori Askandar (Berasan)
    3.   KH. A. Ma’shum Syafii (Banyuwangi)
    4.   Bapak Suryadi (Banyuwangi)
    5.   KH. Munawir Ma’shum (Kedungliwung)
    6.   KH. Nurudin Qasim (Tegalsari)
Ketua Umum : KH. Imam Zarkasyi Djunaidi (Kebunrejo)
Wakil : 1.   KH. M. Hasyim Cholil (Blokagung)
    2.   M. Hudlori, BA. (Srono)
    3.   H. Muhadi, BA. (Tegalsari)
    4.   H. Abd. Latif (Genteng)
    5.   H. Abdurrahman Hasan (Rogojampi)
    6.   H. Masduqi (Temuguruh)
    7.   Kafil Kahfi (Genteng)
Sekertaris : Drs. Abdul Wahid (Setail)
Wakil : H. Muwafiq Amir, BA. (Kebunrejo)
    H. Faqih Shomadi, BA. (Kebunrejo)
    H. Syafii Musthafa (Alasmalang-Singojuruh)
Bendahara : H. Mahfudz Hasyim (Kaliputih Genteng)
    H. Miftah Farid (Temuguruh)
    H. Hasyim
Sie. : H. Nawawi (Kaligung Rogojampi)
Pembangunan   Habib Alwi Muhsin (Banyuwangi)
    Amir Syarifudin (Genteng)
    H. Nur Afandi (Genteng)
    H. Hasan Sholihin (Banyuwangi)
    M. Sahri (Genteng)

 

Selanjutnya Panitia Pendiri membentuk Yayasan berbadan hukum pada tanggal 19 Nopember 1984 di hadapan pejabat notaris R.E.Bawolje, SH. Dengan dengan nomor Akta Pendirian 217/1984 dengan nama Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial (YASMY), dengan susunan pengurus yayasan yang terdiri dari unsur-unsur, 1). Pelindung : KH. As’ad Syamsul Arifin, KH. Abd. Latif Syuja’ , Bapak Suryadi, 2). Penasehat: KH. Mukhtar Syafaat , KH. Mohammad Thohir, KH. A. Ma’shum Syafii, KH. Nurudin Qasim,   3) Ketua : KH. Ali Muhaidlori Askandar . 4). Wakil Ketua : KH. Imam Zarkasyi Djunaidi Habib Alwi Muhsin,

  1. Hudlori, BA, KH. M. Hasyim Cholil SmHK, 5). Sekretaris: Amir Syarifudin, H. Muhadi, BA. Drs, Ahmad Mahfudz, H. Syafii Musthafa, BA. 6) Bendahara: H. Miftah Farid, dan wakil bendahara: H. Mahfudz Hasyim, H. Muwafiq Amir, BA. Drs. Abdul Wahid, 7) Pembantu Umum: H. Nawawi, H. Muslih Syafii, H. Nuf Afandi, H. Faqih Shomadi, BA. H. Masduki, Drs. Slamet Ariyadi, Muhdor Atim, BA. H. Hasan Sholihin, dan Ali Maki Syamweil

Disamping struktur yayasan tersebut dibentuk juga pelaksana kegiatan akademik yang terdiri dari unsur-unsur: Rektor KH. R. As’ad Syamsul Arifin, Dekan Drs. Slamet Ariyadi, Pembantu Dekan : Drs. Mudzakir dan Drs. Abd Wahid, Sekretaris Drs. Ahmad Mahfudz, dan Kepala Tata Usaha Amir Syarifuddin.

Berdasarkan SK Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Banyuwangi nomor 421. 4/506/464.16/1984 tanggal 26 Juli 1984, Bupati mendukung sepenuhnya atas berdirinya Fakultas Tarbiyah Cabang Banyuwangi di Genteng. Berdasarkan  Surat Keputusan (SK) Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV Surabaya nomor 300/K/F/T/P/1984/16 Ramadhan 1404 H, Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy Cabang Banyuwangi di Genteng di ijinkan untuk menerima mahasiswa baru tahun akademi 1984/1985.

Pada tangal 16 s/d 25 September 1984 dilaksanakan orientasi program studi dan pengenalan kampus (OPSPEK) dan penataran P4 yang diikuti oleh mahasiswa baru sebanyak 112 mahasiswa, sedangkan perkuliahan perdana dimulai pada tanggal 27 September 1984 bertempat di gedung TK Khodijah 36, PP Bustanul Makmur Jl. KH Junaidi Asmuni Kebunrejo Genteng Banyuwangi, dengan diawali kuliah umum oleh KH. R. As’ad Syamsul Arifin selaku Rektor Universitas Ibrahimy dengan materi sekitar peranan mahasiswa.

Semangat panitia pendiri/pengurus YASMY dan segenap pimpinan fakultas berupaya terus untuk membangun gedung perkuliahan diatas tanah wakaf seluas 13,920 M2, yang dihibahkan oleh Ibu Hj. Maemuhan alias Mbok Madasim (Ibu H.Mahfudz Hasyim). Peletakan batu pertama pembangunan gedung diatas tanah wakaf tersebut dilaksanakan tanggal 26 September 1984, oleh KHR. As’ad Syamsul Arifin. Sepuluh bulan kemudian telah dapat diselesaikan 1 (satu) buah gedung aula berukuran 429 M2, dan 1 (satu) buah kantor fakultas dengan ukuran 5 x 10 M2, dan diresmikan secara langsung oleh H. Koen Sholehuddin atas nama KHR. As’ad Syamsul Arifin yang berhalangan hadir pada tanggal 16 September 1985, dan secara resmi pada tahun akademi 1985/1986 tempat kegiatan perkuliahan pindah ke kampus baru di Jl. KH. Hasyim Asy’ari (dulu Jl. Temuguruh) No. 1 Genteng.

Menarik untuk dicermati, bahwa berdirinya STAI Ibrahimy Genteng tidak lepas diri empat pilar penyanggah, yaitu :

  1. Pertama, pilar PP. Bustanul Makmur. Hal ini ditunjukkan dengan peran KH. Imam Zarkayi Djunaidi sebagai pengasuh dan Rois Syuriyah NU Kabupaten Dati II Banyuwangi. Melaui semangat dan kharismanya, beliau mampu mengorganisir  peran dan potensi masyarakat Banyuwangi pada umumnya, dan warga nahdliyin khususnya untuk segera mendirikan perguruan tinggi yang diidam-idamkan.
  2. Kedua, pilar PP. Salafiyah Syafi’iyah Asembagus Situbondo. Hal ini ditunjukkan dengan peran As’ad Syamsul Arifin selaku pengasuh pesan, yang sekaligus “pemilik”Universitas Ibrahimy (UNIB). Tanpa berfikir panjang, dan didorong oleh ghirah perjuangan li i’lai kalimatillahhiya al-‘ulya beliau mengintruksikan untuk membuka cabang UNIB di Genteng. Bahkan beliau melakukan “intervensi” langsung dalam proses pengurusan ijin operasional dan bersedia membuka secara resmi kuliah perdananya.
  3. Ketiga, pilar waqif ((keluarga H.Mahfudz Hasyim). Betapapun besar semangat yang dicerminkan oleh Imam Zarkayi Djunaidi dan KHR. As’ad Syamsul Arifin untuk mewujudkan impiannya akan berdirinya sebuah perguruan tinggi di Kabupaten Banyuwangi, maka akan mengalami kendala apabila tidak ditopang oleh keikhlasan keluarga H.Mahfudz Hasyim mewaqfkan tanahnya seluas 13,920 M2untuk didirikan perguruan tinggi.
  4. Keempat, pilar masyarakat. Bersatunya ketiga pilar di atas akan semakin kokoh dengan dukungan pilar keempat, yaitu kekompakan masyarakat Banyuwangi yang bau membahu memberikan kontribusinya dalam proses pendirian STAI Ibrahimy berupa, pikiran, tenaga dan pendanaan.

Adanya penataan administrasi Perguruan Tinggi oleh KOPERTAIS Wil IV Surabaya, melalui surat keputusan (SK) nomor 79/K/T/P/1986 , nama Fakultas Tarbiyah diubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Ibrahimy Genteng, dan melepaskan diri secara kelembagaam dengan Fakultas Tarbiyah UNIB Situbondo. Melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Agama RI. Nomor 30 tahun 1989, program studi lama jenjang Sarjana Muda diubah menjadi jenjang Sarjana Strata Satu (S1) dengan beban studi Sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Tidak lama setelah memperoleh status terdaftar, pada tahun 1996 STIT Ibrahimy memperoleh status DIAKUI dengan Surat Kepuitusan (SK) Menteri Agama RI nomor 161 tahun 1995.

Ketentuan dari Direktorat Bimbingan Agama Islam (Dirjen Bimbaga Islam) Departemen Agama yang mengharuskan kepada setiap PTAIS dibawah Kopertais minimal harus memiliki dua program studi, maka STAI Ibrahimy Genteng menambah satu lagi program studi baru yaitu Ahwal Asy- Syahsyiyah (AHS), dengan Surat Keputusan (SK) Dirjen Bimbaga Islam Nomor F/259/97, tertanggal 30 Oktober 1997.

Besarnya kebutuhan akan tenaga guru SD/.MI/TK/RA berkualifikasi Ahli Muda (D2), STAI Ibrahimy terus berupaya menambah program studi baru. Melalui SK Kopertais Wilayah IV Surabaya nomor 292/PP.03.2/SK/Kop.IV/2001, STAI Ibrahimy membuka dua program Studi baru masing-masing Diploma Dua (D2) PGSD/MI, dan Diploma Dua (D2) PGTK/RA, yang kemudian dikukuhkan juga oleh SK Kopertais tentang penyelenggaraan dua program studi dimaksud dengan nomor 76/PP.03.2/SK/Kop.IV/2001, yang dengan SK tersebut STAI Ibrahimy juga menyelenggarakan Program Akta Mengajar Empat (Akta IV) bagi Sarjana S1 non keguruan yang hendak memperoleh sertifikat mengajar.

Undang Undang Nomor 20 tahun 2005 yang mengharuskan seorang guru untuk semua jenjang pendidikan minimal harus berijasah/berpendidikan S1 kependidikan, maka dua program studi D2 yang dikelola oleh STAI Ibrahimy dinyatakan tidak lagi operasional/tidak menerima mahasiswa baru lagi sejak tahun akademi 2005/2006. Dan sebagai gantinya STAI Ibrahimy Genteng mengajukan ijin pembukaan program studi baru S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (S1 PGMI). Dan melaui Sk Dirjen Pendidikan Islam nomor DJ.I/25/2007, secara resmi mulai tahun akademi 2007/2008 STAI Ibrahimy resmi menerima mahasiswa baru dan mengelola program studi S1 PGMI. Sampai dengan tahun akademi 2007/2008, semua program studi yang dimiliki STAI Ibrahimy telah berstatus terakreditas dar BAN PT DEPDIKNAS, kecuali satu program studi baru S1 PGMI yang masih dalam proses pengusulan borang akreditas ke BAN PT Depdiknas.

 

  1. Visi, Misi, Tujuan, Moto dan Tata Nilai IAI Ibrahimy
  2. Visi

Menjadi Garda  PTKI yang Unggul dan Kompetitif Berbasis Kultur Akademik Berdasarkan Manhaj Ahlus Sunnah wal-Jama’ah an-Nahdliyah.

  1. Misi
  2. Menyelenggarakan pendidikan keislaman yang memiliki kekhasan, keunggulan dan berdaya saing tinggi; berdasarkan manhaj ahlus sunnah wal jama’ah an-nahdliyyah.
  3. Melaksanakan penelitian yang terpadu untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan mewujudkan masyarakat yang menerapkan nilai dan karakter ahlu sunnah wal jamaah an-nahdliyyah.
  4. Melaksanakan dan mengembangkan pola pemberdayaan masyarakat berbasis riset yang memiliki manfaat jangka panjang bagi masyarakat;
  5. Membangun kepercayaan dan kerjasama dengan lembaga regional, nasional, dan internasional guna mendakwahkan nilai dan manhaj ahlu sunnah wal jama’ah;
  6. Menyelenggarakan PTKI dengan manajemen pengelolaan yang transparan & akuntabel melalui tata kelola yang baik (Good University Governance) menuju Excellent Islamic Institute.

 

  1. Tujuan

Sebagai perguruan tinggi yang menjadikan Islam sebagai fondasi pengembangan ilmu pengetahuan, IAI Ibrahimy Banyuwangi bertujuan ;

  1. Menghasilkan lulusan yang profesional pada bidangnya, memiliki daya saing internasional dan memegang teguh nilai-karakter ahlu sunnah wal jamaah;
  2. Menghasilkan riset yang berdaya saing internasional dan mendukung integrasi ilmu;
  3. Menghasilkan produk pengabdian kepada masyarakat berbasis riset yang mendorong perubahan sikap, munculnya perilaku tawazun, tasamuh, dan i’tidal sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan perdamaian.

 

  1. Nilai Etika dan Karakter

Nilai Etika yang dikembangkan di IAI Ibrahimy Banyuwangi adalah karakter ahlusunnah wal jama’an an-nahdhiyyah yakni Tawasuth, Tawadzun, I’tidal dan Tasamuh.

 

  1. Tugas Pokok dan Fungsi IAI Ibrahimy Banyuwangi
  2. Tugas Pokok

Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng mempunyai tugas pokok yaitu menyelenggarakan pendidikan tinggi agama Islam dan memberikan pendidikan berdasarkan manhaj ahlusunnah wal jama’ah dengan cara ilmiah yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian dan kewirausahaan untuk mengambangkan kemampuan dan meningkatkan mutu kehidupan serta martabat manusia Indonesia dalam upaya memujudkan tujuan nasional.

  1. Fungsi

Dalam rangka menyelenggarkaan tugas pokok, IAI Ibrahimy Banyuwangi mempunyai Fungsi :

  1. Melaksanakan dan mengembangkan pendidikan
  2. Melaksanakan penelitian dalam rangka pengembangan manhaj ahlu sunnah wal jamaah
  3. Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat
  4. Melaksanakan pembinaan sivitas akademika dan hubungannya dengan lingkungan
  5. Melaksanakan kegiatan layanan administrasi

 

BAB II

SISTEM PENERIMAAN MAHASISWA BARU

  1. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru

IAI Ibrahimy Banyuwangi sebagai salah satu pendidiakan tinggi keagamaan Islam mempunyai sistem penerimaan mahasiswa baru. Sistem penerimaan mahasiswa IAI Ibrahimy bertujuan menjaring calon mahasiswa yang berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik, mepunyai ketrampilan dan kepribadian yang baik sehingga mampu menyelesaikan pendidikan di IAI Ibrahimy dengan hasil maksimal dan bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.

Penerimaan  Mahasiswa  Baru  dilaksanakan  sekali  dalam  waktu  1  tahun  yaitu menjelang semester gasal. Calon Mahasiswa dapat  diterima  menjadi  mahasiswa  IAI Ibrahimy Banyuwangi adalah  warga  negara  Indonesia atau  warga  negara  asing  yang  telah  mendapat  ijin  belajar  dari  Pemerintah  Republik Indonesia. Adapun persyaratan administratif sekurang-kurangnya dijabarkan berikut ini,

  1. Memiliki Ijasah  MA/SMK/SMA atau sederajat  negeri  atau  swasta  yang  mengikuti  Ujian  Nasional dan telah dinyatakan lulus.
  2. Menyerahkan fotokopi Ijasah sebanyak 2 lembar (yang sudah dilegalisir).
  3. Menyerahkan pas foto berwarna ukuran 3 x 4 cm 4 lembar.
  4. Menyerahkan bukti pembayaran pendaftaran yang asli dan sah yang dikeluarkan oleh bank yang ditunjuk.
  5. Mengisi formulir pendaftaran secara online yang telah tersedia.

 

Sistem penerimaan mahasiswa IAI Ibrahimy tahun akademik 2016/2017 dibagi menjadi 4 jalur yakni ;

  1. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Reguler untuk Semua Program Studi Strata Satu (S-1).
  2. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Beasiswa Aparatur Desa untuk Pogram Studi Strata Satu (S-1) Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Program Studi Strata Satu (S-1) Hukum Ekonomi Syariah (HES).
  3. Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Beasiswa Tahfidz 30 Juz (SPMB-BT) untuk Semua Program Studi S-1.

 

Jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru IAI Ibrahimy Banyuwangi sebagai berikut ;

Tabel 2.1

Jalur Seleksi PMB IAI Ibrahimy Banyuwangi

No Jalur Program / Jenjang Kualifikasi Masukan Cara Seleksi
1 Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Reguler (SPMB-R) Sarjana / S1 semua Prodi SMA / MA / Sederajat Ujian Tulis dan Lisan
2 Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Beasiswa Aparatur Desa (SPMB-AD) Sarjana / S1 Prodi PMI dan HES SMA / MA / Sederajat Ujian Tulis, Lisan dan Rekomen- dasi Kepala Desa
3 Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Beasiswa Tahfidz 30 Juz (SPMB-BT) Sarjana / S1 semua Prodi SMA / MA / Sederajat Ujian Tulis, Lisan, Ijazah Tahfidz dan ujian Hafalan

IAI Ibrahimy sejak 2009/2010 sampai sekarang bekerjasama dengan pemerintah provinsi untuk menyelengarakan beasiswa bagi Guru Madrsah Diniyah. Yayasan Pendidikan dan Sosial Ibrahimy (YASMY) juga menyediakan beasiswa bagi para penghafal al-Qur’an (Tahfidz). Sedangkan, pada tahun akademik 2016/2017 ini IAI Ibrahimy Banyuwangi sebagai wujud kepedulian terhadap pembangunan Desa juga menyediakan Program Beasiswa bagi aparatur desa. Rincian sistem jalur penerimaan mahasiswa baru untuk masing-masing program studi tercantum dalam tabel 2.2 berikut ini ;

 

Tabel 2.2

Rincian Sistem Jalur Seleksi PMB IAI Ibrahimy Banyuwangi

No Fakultas / Prodi Jalur Penerimaan
SPMB-R SPMB-Madin SPMB-AD SPMB- BT
1 Tarbiyah        
  PAI v     v
  PGMI v     v
  PGRA v     v
2 Syariah        
  HI v     v
  HES v   v v
3 Ekonomi Bisnis        
  Ekonomi Syariah v     v
  Perbankan Syariah v     v
4 Dakwah        
  PMI v   v v
  MD v     v

 

  1. Heregestrasi

Mahasiswa wajib melakukan heregestrasi setiap awal semester. Mahasiswa yang akan aktif mengikuti kegiatan akademik dan kegiatan lain di IAI Ibrahimy Banyuwangi wajib mendaftar ulang (herregistrasi) dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Mahasiswa aktif :
    1. Membayar biaya pendidikan semester berjalan.
    2. Mengisi KRS secara intranet kampus
    3. Melakukan pengesahaan KRS ke Penasehat Akademik.
  2. Mahasiswa cuti :
    1. Membayar biaya pendidikan semester berjalan.
    2. Mengisi KRS secara intranet kampus
    3. Melakukan pengesahaan KRS ke Penasehat Akademik.
  3. Mahasiswa yang tidak melakukan herregistrasi pada waktunya tanpa keterangan diatur sebagai berikut:
    1. Apabila sampai tanggal yang telah ditentukan mahasiswa belum melakukan pembayaran biaya pendidikan untuk semester berikutnya maka mahasiswa tersebut secara otomatis akan diberikan status cuti oleh sistem. Mahasiswa dengan status cuti tidak bisa melakukan pengisian KRS dan menggunakan beberapa layanan yang diberikan oleh IAI Ibrahimy Banyuwangi.
    2. Mahasiswa yang telah memiliki status cuti untuk dua (2) semester baik berturut turut atau tidak maka yang bersangkutan tidak boleh mengajukan cuti lagi. Apabila di semester berikutnya yang bersangkutan tidak aktif diberikan status Drop Out (DO).

 

  1. Kartu Tanda Mahasiswa
  1. Setiap mahasiswa wajib memiliki Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang dikeluarkan oleh Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Banyuwangi.
  2. KTM juga berfungsi sebagai Kartu Anggota Perpustakaan.
  3. Masa berlaku KTM adalah 8 semester untuk program S1
  4. Jika KTM hilang atau rusak (atau habis masa berlakunya) mahasiswa dapat mengajukan KTM Pengganti dengan membayar biaya administrasi.
  5. Pada saat mahasiswa melakukan pendaftaran wisuda, maka KTM akan di tarik dan diganti dengan kartu alumni.

 

  1. Cuti Akademik

Cuti akademik ialah kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa untuk tidak mengikuti kegiatan akademik dan non akademik, baik intra maupun ekstra kurikuler dalam jangka waktu tertentu dengan alasan: Kesehatan, tidak dapat membayar biaya pendidikan atau karena musibah (force major). Cuti akademik diberikan paling banyak 2 semester selama masa studi, dan dapat diambil secara berturut turut.

 

BAB III

PELAKSANAAN AKADEMIK 

Sebagai lembaga pendidikan, IAI Ibrahimy Banyuwangi mempunyai sistem pendidkan yang dibangun untuk  penyelenggaraan pendidikan. Sistem pendidikan yang dimaksudkan meliputi sistem kredit semester, satuan kredit semester, beban dan masa studi serta prestasi studi. Berikut ini uraian secara rinci sistem pelaksanaan akademik IAI Ibrahimy Banyuwangi.

 

  1. Sistem Kredit Semester

Sistem kredit adalah suatu sistem penyelenggaraan pendidikan dengan menggunakan Satuan Kredit Semester (SKS) untuk menyatakan beban studi mahasiswa, beban kerja dosen, dan beban penyelenggaraan program. Dalam sistem kredit, beban studi yang harus diselesaikan oleh mahasiswa pada suatu jenjang studi dinyatakan dalam bentuk sejumlah kredit.

Hal ini dilakukan berdasarkan adanya perbedaan minat, bakat, dan kemampuan antara mahasiswa yang satu dengan yang lain, maka baik cara dan waktu untuk menyelesaikan beban studi maupun komposisi kegiatan studi untuk memenuhi beban studi yang diwajibkan tidak harus sama bagi setiap mahasiswa.

Penyelenggaraan pendidikan dengan sistem kredit ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang cakap dan giat belajar agar dapat menyelesaikan studi dalam waktu yang secepat-cepatnya. Di samping itu, juga untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa agar dapat mengikuti kegiatan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan kalian.

 

  1. Satuan Kredit Semester

Beban pendidikan yang menyangkut beban studi mahasiswa dan beban mengajar dosen, memerlukan ukuran. Ukuran ini dinyatakan dalam Satuan Kredit Semester (SKS). Jumlah SKS untuk masing-masing kegiatan pendidikan ditentukan oleh jumlah jam yang digunakan untuk kegiatan itu. Satu SKS terdiri atas tiga macam kegiatan per minggu yang meliputi 50 menit acara tatap muka terjadwal dengan dosen, 60 menit kegiatan akademik terstruktur yang direncanakan oleh dosen (misalnya membuat pekerjaan rumah atau menyelesaikan soal-soal), dan 60 menit acara kegiatan akademik mandiri (misalnya membaca buku acuan kuliah).

Dalam satu semester, kalian menentukan sendiri beban studi maupun susunan kegiatan studi tersebut. Beban dan susunan kegiatan tersebut bergantung pada minat, bakat, dan kemampuan kalian. Jumlah SKS yang dapat diambil dalam satu semester bervariasi antara 0 sampai dengan 24 SKS. Hal itu tergantung pada hasil studi pada semester sebelumnya yang diukur dengan Indeks Prestasi (IP). Semakin bagus IP kalian pada semester sebelumnya, semakin tinggi jumlah SKS yang boleh kalian ambil pada semester yang bersangkutan.

  1. Kegiatan Perkuliahan

Kegiatan perkuliahan adalah kegiatan akademik yang diselenggarakan dapat berbentuk kuliah/ceramah, seminar/diskusi, praktik, kerja lapangan, penelitian atau simulasi. Semua mahasiswa diwajibkan mengikuti setiap kegiatan akademik dan keikutsertaan mahasiswa ini dijadikan syarat untuk mengikuti ujian akhir semester. Bagi mereka yang keaktifannya kurang dari 80% kehadiran dosen tidak diperkenankan mengikuti ujian.

Perkuliahan/tatap muka dilaksanakan 12 – 16 kali pertemuan dalam satu semester termasuk evaluasi. Ijin meninggalkan perkuliahan dengan alasan yang dapat diberikan oleh Ketua ST sebanyak – banyaknya 4 (empat) kali pertemuan. Jumlah waktu perkuliahan per-minggu per-semester untuk setiap mata kuliah dengan bobot kredit 1 (satu) adalah :

  1. 50 menit kegiatan akademik tatap muka
  2. 60 menit kegiatan akademik terstruktur
  3. 60 menit kegiatan akademik mandiri

Untuk mata kuliah dengan bobot 2 kredit atau 3 SKS jumlah jam perkuliahannya adalah 2 atau 3 kali bobot 1 kredit. Setiap semester sekurang – kurangnya terdiri atas 14 dan sebanyak-banyaknya 16 minggu kerja, termasuk di dalamnya pekan teduh, ujian semester dan proses penilaian pekerjaan ujian.

 

  1. Kegiatan Praktikum dan Kerja Lapangan

Praktikum adalah kegiatan pembelajaran yang bertujuan agar mahasiswa mendapat kesempatan untuk menguji dan mengaplikasikan teori atau penyelidikan dan pembuktian ilmiah matakuliah atau bagian matakuliah tertentu. Praktikum dilaksanakan di laboratorium, kebun percobaan, kandang, rumah sakit, sekolah, dan tempat lain. Peserta praktikum adalah mahasiswa yang terdaftar dalam mata kuliah praktikum yang diselenggarakan oleh program studi atau laboratorium. Syarat dan materi penyelenggaraan praktikum ditentukan oleh ketua jurusan / program studi bersama-sama kepala laboratorium. Tata tertib peserta praktikum (praktikan) diterapkan oleh ketua jurusan / program studi bersama-sama kepala laboratorium.

 

  1. Beban dan Masa Studi

Beban studi adalah jumlah SKS yang dibebankan kepada mahasiswa sesuai dengan pendidikannya. Sedangkan masa studi adalah rentang waktu yang disediakan bagi mahasiwa untuk menyelesaikan program pendidikan. Beban dan  waktu  studi pendidikan di  IAI Ibrahimy Banyuwangi diberlakukan sebagaimana tercantum pada tabel berikut :

Tabel 3.1

Daftar beban studi dan lama pendidikan

No Jenjang Jumlah SKS Jumlah Smstr Waktu Studi
1 Jenjang Program Strata -1 (S1) 144-160 8 – 14 7 – 14
2 Prog. pendidikan pendamping Ijazah 0 2 1

 

  1. Beban Studi Semester

Beban studi semeseter adalah jumlah SKS yang diambil mahasiswa dalam satu semester. Beban studi semester bagi mahasiswa ditetapkan paling banyak yakni 24 SKS yang diatur lebih lanjut oleh program studi masing-masing. Beban studi semester ditentukan atas dasar indeks prestasi yang dicapai dengan ketentuan sebagai berikut :

Tabel 3.2

Bagan Korelasi Beban Studi dan Prestasi

 

Indeks Prestasi

(dalam dua desimal)

Beban Studi Maksimum yang boleh diprogramkan (SKS)
≥3,25 24 SKS
 2,75 – 3,24 21 SKS
2,25 – 2,75 18 SKS
1,75 – 2,25 15 SKS
< 1,75 12 SKS

Beban Studi sarjana pada saat memprogram tugas akhir (skripsi) maksimal 15 SKS.

Sistem  Penilaian  terhadap  hasil  belajar  mahasiswa  menggunakan  Penilaian  Acuan Patokan (PAP).  Metode Penilaian dengan PAP, nilai  dilambangkan  dengan  huruf  dan/  atau  angka dengan konversi sebagai tertera sebagai berikut :

Tabel 3.2

Penilaian Prestasi Mahasiswa

Nilai Ujian Huruf Angka Keterangan
80-100 A 4 Sangat Baik
70-79 B 3 Baik
60-69 C 2 Cukup
45-59 D 1 Kurang
0-44 E 0 Sangat Kurang

 

  1. Silabus atau Rencana Pembelajaran Dosen (RPS)

Silabus atau RPS adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar

  1. Satuan Acara Perkuliahan

SAP merupakan akuntabilitas atau jaminan kualitas dosen dalam melaksanakan tugasnya. SAP memuat deskripsi mata kuliah, materi perkuliahan, referensi, dan hal-hal penting yang berkaitan dengan perkuliahan. 1 (satu) minggu sebelum perkuliahan dosen telah menyerahkan SAP ke Jurusan/Prodi.

 

  1. Kontrak Belajar

Kontrak belajar merupakan kesepakatan yang disengaja dibuat oleh mahasiswa dan dosen dalam kelas secara tertulis untuk menjamin terlaksananya kegiatan perkuliahan yang tertib dan kondusif. Kontrak belajar berisi jadwal kuliah, presensi atau daftar kehadiran, kedisiplinan waktu,sistem penilaian, masalah tugas-tugas hingga ketertiban berpakaian dalam kelas saat mengikuti perkuliahan.

Kontrak belajar dilaksanakan pada hari pertama proses perkuliahan Tingkat keefektifan kontrak belajar ini diukur dari bagaimana dosen dan mahasiswa mematuhi peraturan yang telah dibuat bersama. Karena itu dibutuhkan satu kerja sama yang baik antara dosen dan mahasiswa untuk mewujudkan sistem pembelajaran dalam perkuliahan yang kondusif.

 

  1. Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran menggunakan strategi active learning yang menempatkan dosen sebagai fasilitator dan mahasiswa sebagai subyek pembelajaran yang menuntut mahasiswa belajar secara kreatif dan mandiri. Pembelajaran bukan hanya berlangsung di kelas saja, melainkan perlu dikembangkan dengan model-model pembelajaran di luar kelas dengan memanfaatkan seluruh sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar, misalnya perpustakaan, laboratorium, musium, alam sekitar dan masyarakat. Ruang lingkup proses pembelajaran meliputi : kegiatan pra-kuliah, persiapan perkuliahan, pelaksanaan perkuliahan, dan evaluasi perkuliahan.

  1. Kegiatan Pra-Kuliah mencakup :
  1. Semua mahasiswa baru wajib mengikuti Pengenalan Budaya Akademik (LBA) di Perguruan Tinggi dan Stadium Generale di awal semester gasal.
  2. Sosialisasi Pembelajaran di Perguruan Tinggi dilaksanakan oleh Institute sesuai dengan pedoman yang berlaku.
  3. Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan mendistribusikan Buku Pedoman Akademik IAI Ibrahimy Banyuwangi pada saat LBA.
    1. Kegiatan Persiapan Perkuliahan mencakup :
      1. Paling lambat 2 (dua) minggu sebelum perkuliahan dimulai, Dosen Penasehat Akademik melaksanakan bimbingan dan pengesahan atas rencana studi yang dibuat mahasiswa.
      2. Mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan perubahan terhadap mata kuliah yang telah dipilih (revisi KRS), sesuai dengan kalender akademik.
    2. Pelaksanaan Perkuliahan mencakup :
      1. Pada kuliah pertama, dosen pengampu menjelaskan rencana pelaksanaan perkuliahan,RPS, sistem evaluasi, dan kontrak belajar secara tertulis.
      2. Pada setiap pertemuan kuliah, mahasiswa wajib mengisi daftar hadir kuliah.
      3. Kuliah umum diselenggarakan oleh Program Studi minimal 1 (satu) kali tiap semester dengan topik yang dianggap sesuai dengan bidang keilmuan Program Studi yang bersangkutan.
      4. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan, Kuliah Kerja Lapangan dan Kerja Praktek dikoordinir oleh Fakultas masing-masing.
      5. Jumlah tatap muka perkuliahan tiap semester sebanyak 14 kali, sesuai dengan kalender akademik universitas. Setiap tatap muka memerlukan waktu 100 menit untuk matakuliah 2 (dua) sks dan 150 menit untuk mata kuliah 3 (tiga) sks.
    3. Kegiatan Evaluasi mencakup :
      1. Setiap akhir perkuliahan mahasiswa diwajibkan mengisi Kuesioner Penilaian Mahasiswa terhadap Efektifitas Pembelajaran. Masa pengisian kuesioner tersebut dibuka sejak 3 minggu sebelum perkuliahan berakhir sampai perkuliahan berakhir.
      2. Kuesioner Penilaian Mahasiswa terhadap efektivitas pembelajaran akan menjadi salah satu bahan bagi jurusan/prodi untuk perbaikan perkuliahan semester berikutnya.

 

  1. Penilaian Prestasi Studi

Hasil prestasi studi mahasiswa diukur dengan indeks prestasi. Indeks prestasi terbagi menjadi indek prestasi setiap semester (IP) dan indeks prestasi komulatif (IPK). Indeks Prestasi digitung menggunakan rumus sebagai berikut ;

 

∑  (KxN)

∑ K

Keterangan

IP         = Indeks Prestasi

K          = SKS setiap Mata Kuliah yang Ditempuh

N         = Nilai setiap Mata Kuliah yang Ditempuh

 

  1. Kuliah Kerja Nyata
  2. Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan akademik di lapangan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa S1 untuk mengembangkan kemampuan berkehidupan masyarakat sesuai dengan kompetensi program studi masing-masing.
  3. KKN diimplementasikan dalam bentuk KKN Tematik POSDAYA.
  4. Kegiatan KKN bersifat mengintegrasikan dan menginterkoneksikan berbagai aspek kemampuan untuk diaplikasikan dalam pengembangan masyarakat dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
  5. Secara teknis, pelaksanaan KKN dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) bekerjasama dengan Fakultas di lingkungan IAI Ibrahimy Banyuwangi.
  6. Syarat mengikuti KKN adalah :
    1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester yang sedang berjalan
    2. Mahasiswa telah lulus sekurang-kurangnya 110 sks atau 80% dari sks yang wajib ditempuh
    3. Mencantumkan KKN dalam Kartu Rencana Studi (KRS).
    4. Tidak boleh mengambil mata kuliah lain, kecuali Skripsi/Tugas Akhir.

 

  1. Program Pengalaman Lapangan (PPL)
  2. PPL merupakan kegiatan akademik yang diwajibkan kepada mahasiswa pada  jurusan/program  studi  tertentu    yang  berfungsi  sebagai pemberian pengalaman langsung berkaitan dengan profesinya.
  3. PPL bertujuan mengembangkan  dan  mempraktekkan  profesinya dalam masa pendidikan pada program
  4. Untuk mencapai  kompetensi  yang  terpadu  dan  efisien,  kegiatan  PPL dapat  diintegrasikan  dengan  kegiatan  KKN  dalam  satu  program PPL.
  5. Pelaksanaan PPL ditetapkan dan  dilaksanakan  oleh  fakultas bersama UPT Laboratorium.

 

  1. Skripsi

Skripsi/Tugas  Akhir  merupakan  karya  tulis  ilmiah  yang  dikerjakan mahasiswa  menjelang  akhir  studinya.  Karya  tulis  ini  dapat  berupa  hasil  kegiatan penelitian,  studi  literatur,  studi  kasus  dan/atau  perancangan  dengan  melakukan analisis keilmuan sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing

  1. Persyaratan Pengajuan Skripsi/Tugas Akhir
  1. Telah lulus  minimal  100  sks  dengan  IPK  ≥    2,00  dan    nilai    C-  ke  bawah sebanyak- banyaknya 3 mata kuliah.
  2. Mencantumkan Skripsi/Tugas Akhir dalam KRS.
  3. Sudah pernah mengikuti seminar proposal skripsi.
  4. Bagi program  studi  yang  mempunyai  konsentrasi studi,  topik  skripsi  harus sesuai dengan  konsentrasi yang dipilih.
  5. Memenuhi persyaratan  lain  yang  ditetapkan  oleh  fakultas/jurusan/program studi.
    1. Prosedur Pengajuan Skripsi/Tugas Akhir
  1. Mahasiswa  mengajukan  tema/topik  skripsi/tugas  akhir  kepada  ketua jurusan/program  studi  atas  persetujuan  Dosen  Penasehat  Akademik  dengan mengisi  formulir  Pengajuan  Penyusunan  Skripsi/Tugas  Akhir  dengan mencantumkan skripsi dalam KRS.
  2. Dosen pembimbing skripsi/tugas akhir ditentukan oleh prodi.
  3. Setelah  proposal  skripsi  disetujui  pembimbing,  mahasiswa  diwajibkan mempresentasikan  proposalnya  pada  seminar  proposal  sesuai  dengan peraturan masing-masing fakultas.
  4. Mahasiswa  yang  tidak  menyelesaikan  penulisan  skripsi/Tugas  Akhir    pada rentang  waktu  2  (dua)  semester  aktif  terhitung  sejak  dicantumkan  dalam KRS, diberi perpanjangan selama lamanya 2 bulan. Jika sampai batas waktu tersebut belum selesai, mahasiswa harus mengganti judul skripsi dan memulai proses penulisan skripsi baru.
  1. Teknik Penulisan Skripsi/Tugas Akhir

Tata cara  penulisan  skripsi  disesuaikan  dengan  teknik  penulisan  karya  ilmiah pada  umumnya  atau  ketentuan  yang  diberlakukan  pada  masing-masing fakultas

 

  1. Ujian Skripsi (Munaqosah)

Ujian  skripsi/tugas  akhir  (munaqasyah)  adalah  ujian  akhir  mahasiswa  untuk menyelesaikan  jenjang    studi  S-1  di  hadapan  tim  penguji.  Tim  Penguji  ditentukan oleh Program Studi.

  1. Syarat Ujian Skripsi/Tugas Akhir (Munaqasyah)
    1. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada saat munaqasyah.
    2. Telah menyelesaikan semua beban teori.
    3. Telah lulus KKN dan PPL
    4. Indeks prestasi  kumulatif  minimal  2,00  dengan  nilai  C  ke  bawah  sebanyak-banyaknya 3 mata kuliah tanpa ada nilai E.
    5. Menyerahkan bukti  telah  menyelesaikan  skripsi/tugas  akhir  yang  disetujui pembimbing yang jumlahnya sesuai ketentuan program studi.
    6. Menyerahkan fotokopi sertifikat lulus OSCAR, TOEFL dengan nilai  minimal  400  serta  ICT  dengan  nilai  minimal  B,  yang  dikeluarkan  oleh lembaga terkait di IAI Ibrahimy Banyuwangi.
    7. Menyerahkan fotokopi Ijazah SLTA/ STTB SLTA/ Sarjana, dan  Akte Kelahiran yang dimiliki (sebagai dasar penulisan Ijazah).
    8. Menyerahkan pas  foto  berwarna  ukuran  3  x  4  sebanyak  5  lembar  dengan background merah berjas dan berdasi.
    9. Memenuhi persyaratan lain yang diberlakukan oleh fakultas masing-masing.
  2. Pelaksanaan munaqasyah diatur dan ditentukan oleh fakultas.

 

  1. Evaluasi Hasil Studi

Evaluasi hasil studi mahasiswa dilaksanakan setiap akhir semester untuk menilai kelayakan  mahasiswa  agar  dapat  melanjutkan  studi  atau  menyelesaikan  studi  pada prodi  yang  bersangkutan.  Mahasiswa  yang  dinyatakan  tidak  layak melanjutkan  studi  berdasarkan  data  akademik  dinyatakan  putus  studi  atau  drop out/DO.

  1. Evaluasi Akhir Semester

Evaluasi  akhir  semester  dilakukan  tiap  akhir  semester  meliputi  matakuliah  yang diambil oleh mahasiswa selama semester yang berlaku. Hasil evaluasi ini terutama digunakan  untuk  menentukan  beban  studi  yang  boleh  diambil  pada  semester berikutnya.

  1. Evaluasi Akhir Program

Jumlah  sks  yang  harus  dikumpulkan  oleh  mahasiswa  ditentukan  oleh program  studi.  Dalam  hal  ini,  tidak  sama  antara  satu  program  studi dengan program studi lain dengan kisaran 144-160 sks. Mahasiswa dinyatakan telah menyelesaikan Program Sarjana apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Telah menempuh semua matakuliah wajib dan pilihan yang dipersyaratkan
  2. Telah  menyelesaikan  tugas  akhir/skripsi,  dan  dinyatakan  lulus  dalam Munaqasyah
  3. IPK sekurang-kurangnya 2,00 dengan nilai C- ke bawah sebanyak-banyaknya 3 mata kuliah tanpa ada nilai E.

 

  1. Batas Studi / Lama Masa Studi

Program  Sarjana  diselenggarakan  8  (delapan) semester,  batas  waktu  maksimum lama studi adalah 14 semester, pada akhir batas waktu studi maksimum dilakukan evaluasi.  Apabila  syarat-syarat  tidak  terpenuhi,  maka  yang  bersangkutan dinyatakan drop out.

 

  1. Pengulangan Mata Kuliah

Mahasiswa yang mengulang mata kuliah diberlakukan nilai terbaik.

 

  1. Wisuda

Wisuda  adalah  kegiatan  seremonial  yang  diikuti  oleh  mahasiswa  yang  dalam yudisium telah dinyatakan lulus dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Peserta wisuda  adalah  mahasiswa  yang  telah  dinyatakan  lulus  pada  tanggal terakhir yang ditetapkan Rektor.
  2. Syarat pendaftaran wisuda S1
    1. Membayar biaya wisuda dan alumni
    2. Mengurus bebas pustaka surat keterangan bebas peminjaman perpustakaan.
    3. Menyerahkan bukti serah terima skripsi dari Fakultas.
    4. Mengisi formulir  pendaftaran  secara  online
    5. Waktu pengambilan  toga,  undangan  wisuda  dan  samir  sesuai  jadwal  di masing-masing fakultas.

 


BAB IV

LAYANAN AKADEMIK 

  1. Pelayanan Administrasi Akademik

Pengendalian  adminitrasi  akademik  mahasiswa  melalui Biro Adminitrasi Institut c.q. Bagian AAKK  (Administrasi  Akademik    dan Kemahasiswaan) dan Administrasi Fakultas c.q. Bagian Tata Usaha.

  1. Pusat Administrasi Institut melayani:
    1. Registrasi mahasiswa.
    2. Herregistrasi mahasiswa.
    3. Penandatanganan ijazah kesarjanaan.
    4. Penyelenggaraan wisuda dan pendataan alumni.
  2. Fakultas melayani:
    1. Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran.
    2. Pengesahan transkrip nilai.
    3. Kegiatan penelitian dalam rangka kegiatan pembelajaran.
    4. Pengabdian pada masyarakat sebagai bagian dari program kurikuler.
  1. Pengurusan Surat Keterangan

Mahasiswa yang menghendaki surat keterangan lulus dilayani pada fakultas yang bersangkutan.

  1. Pengurusan Ijazah

Ijazah adalah surat bukti bahwa mahasiswa telah selesai mengikuti semua kewajibannya di IAI Ibrahimy Genteng dan dapat dijadikan alat bukti untuk mencari pekerjaan sesuai dengan ilmu yang telah ditempuh.

  1. Ijazah dapat diambil di bagian administrasi institut setelah mengikuti prosesi wisuda.
  2. Syarat pengambilan ijazah adalah sama dengan syarat wisuda dan menandatangani tanda terima ijazah yang telah disediakan.
  3. Ijazah diserahkan pada mahasiswa/mahasiswi setelah mengikuti wisuda atau telah memenuhi segala pesyaratan mengikuti wisuda.
  4. Setelah 6 bulan dari tanggal pelaksanaan wisuda ijazah belum diambil, maka yang bersangkutan dikenai sanksi administrasi.
  5. Apabila sampai 2 (dua) Tahun sejak pelaksanaan wisuda belum diambil, maka bukan menjadi tanggung jawab Institut.
  6. Terjemahan ijazah:
    1. Mengajukan permohonan terjemahan ijazah dengan menyerahkan fotokopi 
ijazah yang telah dilegalisir.
    2. Membayar biaya terjemahan.
    3. Menyerahkan pas foto.
    4. Pengambilan terjemahan ijazah dilakukan minimal satu minggu setelah 
semua syarat terpenuhi.
  7. Legalisasi Ijazah dan Transkrip Nilai dilaksanakan di bagian administrasi Institut.

 

  1. Semester Antara

Semester Antara merupakan salah satu layanan pendidikan yang diselenggarakan pada bulan Juli- Agustus. Remidial / Semester Antara ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan pada mahasiswa mengulang mata kuliah yang sudah diambil tetapi belum lulus atau memperbaiki nilai yang sudah lulus. Nilai maksimal yang bisa diperoleh oleh mahasiswa yang mengikuti remidial/semester pendek adalah B. Nilai remedial/semester pendek diharapkan dapat membantu mahasiswa menyelesaikan studinya dengan lebih cepat atau tepat waktu.

Penyelenggaraan remidial akan diatur secara tersendiri oleh Fakultas.

 

  1. Program Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI)

Program Sertifikat Pendamping Ijazah (SKPI) adalah salah satu program pendidikan khusus sebagai fasilitas kampus untuk memberi ketrampilan tambahan dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). SKPI atau bisa disebut Diploma Supplement adalah Surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. Program SKPI akan disesuaikan dalam capaian pembelajaran di masing-masing program studi. 

 

BAB V

FASILITAS AKADEMIK 

  1. Lembaga

Lembaga merupakan unsur pelaksana akademik yang melaksanakan sebagian tugas dan fungsi universitas dibidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penjaminan mutu.

  1. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) mempunyai tugas melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau dan menilai kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan kebijakan Rektor. LPPM dalam melaksanakan tugasnya menyelenggara-kan fungsi:

  1. Pelaksanaan penyususan rencana, evaluasi program, dan anggaran serta pelaporan;
  2. Pelaksanaan penelitian ilmiah murni dan terapan;
  3. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;
  4. Pelaksanaan publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;
  5. Pelaksanaan studi pemberdayaan gender ;
  6. Pelaksaan kajian Islam, aswaja, sains dan teknologi;

LPPM terdiri atas ketua, sekretaris dan tenaga administrasi.

  1. Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)

Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) mempunyai tugas mengkoordinasikan, mengendalikan, mengaudit, memantau, menilai dan mengembangkan mutu penyelenggaraan kegiatan akademik. Dalam melaksnakan tugas LPM menyelenggarakan fungsi:

  1. Pelaksanaan penyusunan rencana, evaluasi program dan anggaran, serta pelaporan;
  2. Pelaksanaan pengembangan mutu akademik;
  3. Pelaksanaan audit, pemantauan dan penilaian mutu akademik;
  4. Pelaksanaan administrasi lembaga.

 

  1. Unit Pelaksana Teknis (UPT)

Unit Pelaksana Teknis merupakan unsur penunjang dalam penyelenggaraan pendidikan di lingkungan Institut.
Unit Pelaksana Teknis terdiri dari :

  1. Perpustakaan;

Pusat Perpustakaan mempunyai tugas melaksanakan pelayanan, pembinaan. Dan pengembangan kepustakaan, mengadakan kerjasama antar perpustakaan, mengendalikan, mengevaluasi, dan menyusun laporan kepustakaan. Pusat Perpustakaan dipimpin oleh seorang Kepala yang diangkat oleh Rektor, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.

Pusat Perpustakaan merupakan salah satu fasilitas akademik yang menyediakan sumber-sumber informasi dalam mendukung proses belajar mengajar. Layanan- layanan yang dimiliki Perpustakaan adalah:

  1. Layanan Sirkulasi

Layanan peminjaman dan pengembalian koleksi secara mandiri dengan menggunakan MPS (Multi Purpose Station).

  1. Layanan Perpustakaan Digital

Layanan Perpustakaan Digital IAI Ibrahimy Genteng berisi simpanan kelembagaan (institusional repository) seperti skripsi laporan penelitian, pidato rektor, dll. (proses)

  1. Layanan Serial

Layanan ini menyediakan jurnal elektronik (online journal database), jurnal tercetak, majalah, surat kabar, dan kliping (dalam proses pengembangan).

  1. Layanan Multimedia

Layanan ini menyediakan peminjaman dan pengembalian koleksi yang bukan cetak (non-book materials) seperti CD/DVD, video dan kaset.

  1. Layanan Referensi

Layanan ini menyediakan sumber-sumber informasi / buku-buku rujukan umum dan Islam baik yang tercetak maupun yang elektronik. Selain itu, layanan ini juga menyediakan koleksi Tugas Akhir.

  1. Layanan informasi, promosi dan kerjasama.

Layanan ini berkenaan dengan Information Desk, pembuatan KTA (Kartu Tanda Anggota), layanan kartu baca, layanan kartu sakti, sahabat perpustakaan, dan kerjasama antar perpustakaan

  1. Layanan Bebas Pustaka

Bebas pustaka diperlukan bagi mahasiswa yang akan melakukan cuti atau wisuda.

  1. Pangkalan Data Perguruan Tinggi – Teknologi Informasi (PDPT-TI);

Pangkalan Data Perguruan Tinggi – Teknologi Informasi (PDPT-TI) mempunyai tugas:

  1. Mengelola dan mengembangkan sistem informasi manajemen;
  • Pengembangan;
  • Pemeliharaan jaringan dan aplikasi;
  • Pengelolaan basis data;
  • Pengembangan teknologi;
  • Kerjasama jaringan.
  1. Pangkalan Data Perguruan Tinggi – Teknologi Informasi (PDPT-TI) dipimpin oleh Kepala yang diangkat oleh Rektor, berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan.
  2. Pusat Pengembangan Bahasa

Pusat Pengembangan Bahasa mempunyai tugas melaksanakan pelatihan dan pengembangan bahasa bagi civitas akademika institut berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Wakil Rektor Bidang Akademik.

Fungsi dari Pusat Pengembangan Bahasa adalah:

  • Penyusunan rencana dan program pengembangan bahasa.
  • Penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran bahasa.

Pelayanan yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Bahasa diantaranya :

  • Kelas sentralisasi bahasa Arab dan Inggris untuk general language bagi semua mahasiswa baru semua fakultas di Institut.
  • Tes bahasa Inggris (TOEFL) sebagai persyaratan skripsi, tesis dan disertasi untuk lingkungan IAI Ibrahimy, Genteng.
  • Transliterasi ijazah dan transkip nilai.
Transliterasi naskah dan dokumen penting lainnya.
  • Memberikan training pembelajaran bagi pengajar bahasa Arab dan Inggris di sekolah ataupun perguruan tinggi di luar IAI Ibrahimy Genteng dan lembaga pendidikan lainnya

 

  1. Labortorium

Laboratorium merupakan perangkat penunjang pelaksanaan pendidikan di lingkungan Fakultas. Semua program studi di IAI Ibrahimy Genteng harus menggunakan fasilitas laboratorium yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dikembangkan. Oleh karena itu laboratorium dapat digunakan oleh semua prodi. Misalnya program studi dalam rumpun Fakultas Syariah perlu fasilitas laboratorium baik bersifat fisik maupun manajemen. Laboratorium ini disamakan untuk semua program studi Syariah maupun program studi lain yang mempunyai mata kuliah tertentu yang memerlukannya. Beberapa fasilitas laboratorium ;

  1. Laboratorium Bahasa terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras.
  2. Laboratorium Pendidikan terdiri dari micro teaching, pengembangan media pendidikan, dan lembaga pendidikan dari tingkat pra sekolah, tingkat dasar 
dan tingkat menengah.
  3. Laboratorium Syariah dan Hukum terdiri dari Laboratori¬um Sidang 
Peradilan Semu, Laboratorium Ilmu Falak, dan Laboratorium Komputer dan 
Mini Bank Syariah.
  4. Laboratorium Dakwah dan Komunikasi terdiri dari Laboratorium Grafis, 
Laboratorium Audio, Laboratorium Audio Visual, Laboratorium dan Laboratorium Pengembangan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial, serta PPTD (Pusat Pengembangan Teknologi Dakwah).

 

BAB VII

PENUTUP

Pedoman akademik ini disusun sebagai panduan operasional dalam penyelenggaraan pendidikan di IAI Ibrahimy Genteng baik bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga administrasi. Ketentuan yang belum diatur dalam pedoman ini akan diatur dan ditentukan kemudian.