Nomor Telepon

0333-845654

Email

admin@iaiibrahimy.ac.id

PELEPASAN KKN TEMATIK KOLABORASI TAHUN 2021

2021-08-20 21:36:31 | ANSARI | KULIAH KERJA NYATA (KKN)

Genteng, Institut Agama islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi melaksanakan pelepasan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kolaboratif Pembangunan Keluarga Era Covid-19 Pada Senin (26/27/2021). Upacar Pelepasan dilakukan secara luring dan daring di Aufitorium KH. As'ad Syamsul Arifin yang dihadiri oleh Rektor IAI Ibrahimy, perwakilan mahasiswa peserta KKN dan undangan beberapa kepala desa dan seluruh mahasiswa peserta KKN dan undangan VIP Bupati Banyuwangi Ibu Fiestiandani Azwar Anas beserta perangkat pemerintah yang terkait.

Rektor IAI Ibrahimy Dr. H. Kolilur Rahman, M.Pd.I menyampaikan dalam sambutanya, Peserta KKN tahun ini diikuti oleh  407 mahasiswa (PMI : 38, Ekos : 63, PAI : 199, PSy : 8, PGMI : 31, PIAUD : 34, HKI: 34), tersebar di 20 Kecamatan dan 24 Desa. KKN tahun ini akan berlangsung selama 35 hari (dari tanggal 26 Juli sd tanggal 31 Agustus 2021).


Kuliah Kerja Nyata (KKN) IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi yang didasari oleh semangat gotong royong harus dapat memberi nilai tambah dalam prestasi kerja dan terbangunnya kondisi sosial, wawasan kebangsaan, ketahanan masyarakat (khususnya ketahanan keluarga), serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat Banyuwangi.


Menurutnya, sampai detik ini masih ada stigma pemahaman yang belum mencair antara pemrintah daerah dengan perguruan tinggi. Stigma itu memunculkan asumsi bahwa perguruan tinggi merupakan domain pamerintah pusat, dan pemrintah daerah  boleh “menjarak” dari perguruan tinggi. Stigma itu harus kita benahi dengan semnagat gotong royong  dan kebersamaan dalam pembangunan yang bersifat kolaboratif dan kemitraan strategis, baik yang bersifat fisik maunpun pemikiran.

 

Dr. H. Kolilur Rahman M.Pd.I juga menjelaskan bahwa, membagun kemitraan strategis itu didasarkan pada dua hipotesa : Pertama, implementsai kemitraan strategis itu sudah terbagun pada top level management, dalam hal ini bupati Banyuwangi telah melakukan MoU dengan perguruan tinggi di Banyuwangi, termasuk dengan IAI Ibrahimy (9 Maret 2021) Selnjutnya, middle level management, dalam hal ini Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pelaksana fungsi ekskutif  menindak lanjutinya dengan perguruan tinggi yang sudah melakukan MOU. Kedua, sebagian kalangan per­guruan tinggi terlalu asyik dan khusyuk “bertapa” di me­nara gadingnya, sehingga lupa dengan salah satu dari tiga kewajiban yang ter­cantum dalam Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian masyarakat. Kerap disinyalir, para pene­li­ti dan atau dosen mengang­­gap dirinya adalah ke­lompok ekslusif yang pu­nya garis “demarkasi” de­ngan masyarakat awam. Pa­da­­hal, di setiap perguruan ting­gi sudah ada Wa­kil Rektor yang mem­bi­dangi urusan kerjasama.


Melalui bangunan kemitraan strategis ini, maka IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi menetapkan tema “KKN Tematik Kolaboraif : Pembangunan Keluarga di Era Covid-19”. Adapun program kerja dari kegiatan KKN ini adalah kesiapan  “membantu” program pemerintah Kabupaten Banyuwangi : (a) RUANG  RINDU (Ruang Pemberdayaan dan Perlindungan Ibu-Anak), (b) AKSARA (Akslerasi Sekolah Masyarakat), tegas Dr. H. Kholilur Rahman. 



"Secara teoritis, akan melibatkan mahasiswa KKN dalam mencegah dan memperbaiki kondisi keletihan social ini semacam ini adalah tepat. Ini yang dinamakan community based solution, melibatkan masyarakat, para elit di struktur masyarakat hingga grassroot untuk bersama-sama mencari solusi dan formulasi ketahanan social bagi masyarakat. mahasiswa KKN, saya kira, memiliki berbagai peran utama dalam mencari solusi dan membentuk ketahanan masyarakat tersebut," terangnya.

 

Dr. H. Kolilur Rahman M.Pd.I berharap, "Pertama, mahasiswa KKN dapat menjadi ujung tombak untuk meluruskan berbagai hoax yang berusaha membenturkan kebijakan pemerintah terutama dalam upaya menjalankan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat. Tak jarang hoax-hoax tersebut mendalihkan provokasinya dengan menyitir berbagai dalil-dalil al Qur’an dan Al Hadits. Dengan sedikit diplintir, dimanipulasi, dalil-dalil tersebut berhasil menjadi ‘alat serang’ untuk menolak kebijakan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan protokol kesehatan dan vaksinasi.

 

Kedua, mahasiswa KKN  dapat menjadi mitra strategis pemerintah dan para dokter. Sebagai sosok yang sangat dipercaya oleh masyarakat, mahasiswa KKN dapat menjadi tokoh sentral dalam upaya memberikan informasi dan edukasi yang benar tentang Covid 19 pada masyarakat. mahasiswa KKN dapat menjelaskan bagaimana virus ini dapat menjangkit, menular, menginfeksi seseorang hingga bagaimana cara menghindar dan mengobatinya. 

 

Ketiga, ini yang terpenting adalah, mahasiswa KKN menjadi solution maker atas kekacauan dan keletihan social yang terjadi masyarakat. mahasiswa KKN harus terus menjadi motivator yang utama. Para mahasiswa KKN harus terus menyatakan bahwa harapan masih ada dan berputus asa adalah dosa. Bahwa iktiar adalah kewajiban sedangkan tawakkal adalah kewajiban juga, keduanya terangkai dalam satu kewajiban dalam Islam. mahasiswa KKN  harus terus merawat nalar kehambaan setiap masyarakat. Bahwa semua yang terjadi adalah kehendak dan seizin Allah SWT. Bahwa virus Corona 19 juga makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT. Maka, mengembalikan semuanya pada Allah SWT sang pencipta adalah pilihan paling bijak dan paling aman di saat pandemi. Harapannya, dengan nalar kehambaan yang benar ini, kepanikan dan keletihan social akan dapat ditekan. Dan akhirnya, imun dan iman masyarakat akan tumbuh sehat dan kuat secara bersamaan, " lanjut Dr. H. Kholilur Rahman.

 

Dalam kesempatan ini, Dr. H. Kolilur Rahman M.Pd.I menyampaikan, mengucapkan terima kasih kepada : Ibu Fiestiandani Azwas Anas  (Bupati Bunyuwangi), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Kepala Dinas Sosial Dan Pemberdayaan Perempuan dan KB Kabupaten Banyuwangi, Bapak-Ibu Camat dan Kepala Desa Ketempatan KKN IAI Ibrahimy Tahun 2021, Para Dekan dan Ka Prodi, DPL dan Mahasiswa Peserta KKN Tahun 2021, yang telah berperan aktif demi terselenggaranya KKN tahun ini.

 

Bupati Banyuwangi Festiandani Azwar Anas dalam sambutanya melalui media zoom menyampaikan, dalam pelepasan mahasiswa KKN Tematik Kolaboratif  Pembangunan Keluarga Era Covid-19, Alhamdulillah pada hari ini kita bisa berjumpa walaupun perjumpaan kita hanya melalui virtual, layar kaca tapi dengan kita bersyukur bisa hadir dalam virtual menandakan kita dalam keaadaan sehat, saya atas nama pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengucapkan terima kasih pada Sivitas Akademika Institut Agama Islam Ibrahimy yang selama ini terus melakukan sinergi dan bergotong-royong membangun Kabupaten Banyuwangi dengan caranya masing-masing, mudah-mudahan sinergi ini nanti bisa membuahkan hasil yang maksimal sehingga bisa dirasakan masyarakat dan bisa mensejahterakan masyarakat Banyuwangi, ujarnya.

 

Pada kesempatan ini, saya ingin berpesan pada para mahasiswa, terutama mahasiswa yang akan melaksanakan KKN, bahwa tantangan kedepan pasti akan semakin kompleks, tidak hanya sebatas pandemi, tetapi juga disisi kompetisi sendiri sudah semakin tinggi, maka saya berharap kepada seluruh Sivitas Akademika IAI Ibrahimy mari kita terus tingkatkan pengetahuan, mari kita tingkatkan kompentensi kita, mari kita terus melakukan cara-cara baru dan berinovasi untuk menghadapi tantangan yang kita hadapi, baik pada saat ini maupun kedepannya. Saya terus akan mengajak dengan Sivitas Akademika terutama teman-teman yang ada di IAI Ibrahimy untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan pengabdiannya pada masyarakat, karena mahasiswa itu, sekarang tidak hanya dituntut untuk pintar dalam mencari ilmu, tatapi bagaimana mahasiswa itu juga pintar dalam mangaplikasikan ilmunya ditengah masyarakat, lanjutnya.

 

"Kenapa pengabdian ditengah masyarakat itu sangat penting?, karena setalah lulus kuliah teman-teman mahasiswa akan bergabung dengan masyarakat akan terjun di dunia masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang didapat di Perguruan Tinggi. Pandemi Covid-19 sudah berlangsung satu tahun lebih tetapi kita saat ini dihadapkan kembali oleh situasi yang cukup memperhatinkan, dan kita tidak tahu kondisi seperti ini akan sampai kapan, dampaknya sudah saat ini sangat meluas, semua sektor terlibat dari masyarakat yang ada dikelas bawah sampai masyarakat yang ada di kelas atas (kalau kita bebrbicara tentang kelas), tegas Festiandani Azwar Anas.


Menurutnya, pada intinya seluruh masyarakat, seluruh rakyat Indonesia terdampak dengan adanya pandami Covid-19 ini misalnya: para PKL, warung-warung kecil, bahkan industri-industri semua terdampak, semua sktor terdampak, baik sektor kesehatan, ekonomi, sosial dan pendidikan. Maka saya berharap mahasiswa KKN IAI Ibrahimy, nanti bisa ikut berpartisipasi untuk mendorong masyarakat tetap bertahan, dan tetap produktif disituasi seperti saat ini. Kondisi Covid-19 ini, pastinya saya berharap butuh dukungan, butuh kerja bersama, ini bukan hanya tugas pemerintah tapi ini tugas semua masyarakat banyuwangi untuk saling mengingatkan, untuk saling bekerja bersama-sama, maka tidak ada cara lain yang lebih epektif selain kita saling bersinergi, saling bergotong royong agar kita terbebas dari pandemi Covid-19. Oleh karena itu, saya ingin cara-cara baru KKN yang dilaksanakan oleh teman-teman mahasiswa harus berbeda, harus lebih adaptif terhadap situasi seperti ini.

 

Festiandani Azwar Anas juga mejelaskan, pentingnya pemberdayaan keluarga di masa pandemi karena permasalahan berawal dari keluarga, keluarga merupakan satuan kecil pembentuk masyarakat, jika keluarga bisa memahami konsep bagaimana membentuk SDM unggul, bentuk karakter baik, Insya Allah Banyuwangi akan lebih baik lagi kedepan.

 

"Oleh karena itu, kami butuh dukungan dari teman-teman mahasiswa KKN untuk tidak hanya sekedar memberikan pendampingan-pendampingan terhadap orang-orang tua, mungkin juga anak-anak perlu sentuhan dari teman-teman mahasiswa KKN berikan contoh yang baik, berikan citra yang baik pada anak-anak di desa yang di tempati, dengan cara memberikan pemahaman, memberikan inspirasi bagi anak-anak di desa untuk terus belajar, untuk terus meningkatkan kualitas diri," terangnya. 

Pada akhir sambutan, Bupati Banyuwangi Festiandani Azwar Anas mengucapkan banyak terima kasih terutama pak Rektor IAI Ibrahimy, yang telah memberikan kesempatan terhadap saya, untuk bisa menyampaikan beberapa hal terhadap teman-teman mahasiswa, mudah-mudahan kita terus diberikan kesehatan, semua dosen, dan semua akademisi dari IAI Ibrahimy mudah-mudahan diberikan kesehatan, dan sekecil apapun hasil yang diperoleh mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat, dan bisa mensejahterakan masyarakat banyuwangi demikian yang saya sampaikan terima kasih, wallahul Muwafiq ila Aqwamith Thoriq Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

List Berita Lainnya

PADUAN SUARA IAI IBRAHIMY…

2017-09-30 10:23:45