Nomor Telepon

0333-845654

Email

admin@iaiibrahimy.ac.id

SEBUAH PERJALANAN – IAI IBRAHIMY SEBAR MAHASISWA KKN DI 4 KECAMATAN; 19 DESA, 1 KELURAHAN

2024-07-02 23:42:27 | ATHO’ILAH ALY NAJAMUDIN | KULIAH KERJA NYATA (KKN)

Bertemu dengan Astorik, Camat Kalipuro pada Jum’at, 28 Juni 2024, perwakilan panitia KKN dari Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng menjelaskan ihwal pelaksanaan KKN yang dilaksanakan di Kecamatan Kalipuro pada bulan Juli hingga September 2024.

Hari itu, di ruang kerja, gedung Kecamatan Kalipuro, Astorik langsung menerima dengan baik. Perwakilan panitia KKN membalas dengan sikap serupa. Keduanya lantas berjabat tangan. Kurang  dari 30 menit  membahas mengenai perkembangan Kecamatan Kalipuro dalam 3 tahun terakhir.

Astorik menceritakan Kecamatan Kalipuro yang memiliki masalah beragam. ”Dengan sebaran 5 desa dan 4 kelurahan, persoalan di wilayah saya mulai dari kemiskinan, stunting hingga pemberdayaan UMKM” tutur Camat Kalipuro itu (28/6/2024).

Pembicaraan menjadi serius, ketika Astorik menyinggung tentang pelaksanaan KKN. Menurutnya, bahwa perlu ada koordinasi dari pihak kecamatan sebelum penerjunan di desa atau kelurahan, sehingga lebih terkondisi dengan baik dan tidak tumpang tindih antar beberapa program.

Panitia KKN IAI Ibrahimy Genteng langsung menyambut baik tentang arahan dari pemimpin wilayah Kecamatan Kalipuro. Ia berjanji akan mendorong mahasiswa untuk tampil aktif di masyarakat, terutama tentang ketahanan keluarga yang menjadi tema KKN tematik pada tahun ini.

Astorik mengaku senang atas kedatangan mahasiswa dari IAI Ibrahimy Genteng. “Karena dengan hadirnya mahasiswa dari perguruan tinggi yang melakukan pengabdian di sini, maka wilayah ini akan mendapatkan dampak yang positif dalam kemajuan pembangunan warga Kalipuro” kata pria yang berusia 58 tahun itu (28/6/2024).

Setelah menyelesaikan pertemuan dengan Camat Kalipuro itu, perjalanan dilanjutkan menyusuri lokus KKN Ibrahimy Genteng. Wilayah yang kami jangkau adalah Kecamatan Glagah dan  Kecamatan Kalipuro. Honda Revo milik Nasrodin menjadi saksi perjalanan, dibawah terik sinar matahari dengan medan yang terjal, lokasi yang pertama kami kunjungi ialah Desa Ketapang.

Wilayah yang dikenal sebagai pintu masuknya ke Pulau Dewata ini memiliki keunikan tersendiri, salah satunya desa yang membujur dari pantai hingga gunung, dikelilingi oleh banyak pabrik, pelabuhan dan hotel mewah pinggir pantai. “Mahasiswa KKN IAI Ibrahimy Genteng tentunya bakal betah, berlama-lama tinggal di Desa Ketapang” tutur salah satu staf perangkat Desa Ketapang (28/6/2024).

Perjalanan kami lanjutkan di Kelurahan Bulusan, wilayah yang secara topografi di daerah pesisir menyimpan beberapa persoalan klasik, salah satunya tentang legalitas pernikahan yang menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Arif menerima kami di ruang Lurah Bulusan. “Jika menilik dari tema KKN tentang ketahanan keluarga, maka sangat tepat untuk persoalan legalitas di dusun Krajan, di barat bataran kereta bisa dibantu oleh adik-adik dari mahasiswa Ibrahimy” tutur pria yang hampir 12 tahun menjabat Lurah Bulusan itu.

Jum’at itu, matahari begitu hangat. Rute perjalanan dilanjutkan. Kami menyusuri jalanan berbukit. Dengan kanan-kiri areal sawah yang menghijau. Kami memilih melanjutkan di Desa Kelir. Desa yang secara topografi di daerah perbukitan. Ucapan selamat datang di Desa Kelir dari sebuah gapura menyambut kedatangan kami. Salah satu jujugan yang kami kunjungi adalah Kantor Pemerintah Desa Kelir. Kantor yang letaknya strategis, tepatnya di bibir jalan poros desa. Kami disambut dengan hangat oleh staf perangkat desa dengan maksud untuk bertemu Kepala Desa. Tak menunggu lama, Indra Fajar Aulia S.Tr.P menerima dengan baik di Ruang Kepala Desa. Kami pun menjelaskan kedatangan kami untuk koordinasi terkait KKN di Desa Kelir. Hal ini, dikarenakan pertama kali untuk memilih Desa Kelir sebagai lokasi KKN.

Kepala Desa yang muda itu, menyatakan siap mendukung rencana kegiatan KKN. “Karena kebetulan bahwa saya masih baru dilantik pada Oktober 2023 dan baru saja mendapatkan masa perpanjangan di awal bulan yang lalu” tuturnya (28/6/2024). Ia merasa akan sangat terbantu dengan kedatangan mahasiswa Ibrahimy Genteng. “Semoga nantinya bisa banyak membantu program di Desa Kelir” tambahnya (28/6/2024).

Siang itu menjelang Salat Jumat, dilanjutkan perjalanan ke arah barat, wilayah Kecamatan Kalipuro. Jalanan yang menanjak, dengan dikelilingi tanaman kopi yang menjadi lanskap di Desa Telemung. Wilayahnya dengan mayoritas masyarakat Madura. Mereka bekerja menjadi buruh pekerja Perkebunan.

Kami kemudian tiba di Balai Desa Kantor Desa Telemung. Kami disambut dengan staf pelayanan. Mereka mempersilahkan kami untuk menjelaskan tentang penyelenggaraan kegiatan KKN. “Tentunya, walaupun tidak bisa bertemu dengan Kepala Desa Telemung, Insyallah kami sampaikan kepada Pak Kades” tutur salah satu staf Desa Telemung (28/6/2024).

Selepas dari Desa Telemung, kami istirahat sejenak, untuk salat, istirahat dan makan. Lokasinya di beranda Masjid Al-Barokah, Kelir dengan menikmati udara dingin dan sejuk di bawah lereng Gunung Ijen.

Selepas rehat sejenak, kami melanjutkan ke desa terakhir di lokasi KKN di Wilayah Kalipuro. Daerah topografi berbukit dan banyak belokan curam, namun sepanjang perjalanan kami melihat jalan beraspal, sehingga memudahkan pengendara sepeda motor. Kami tiba di Balai Desa Pesucen dan disambut hangat oleh staf perangkat serta langsung dipersilahkan bertemu dengan kepala desa.

Sirojoddin menerima kami dengan baik di ruang kepala desa Pesucen. Kami pun mengutarakan kedatangan kami, yakni menyampaikan tentang pelaksanaan KKN. Sirojuddin-pun cukup senang, karena beliau merasa dibantu untuk menyelesaikan problematika di Desa Pesucen.

Sirojuddin menyampaikan pesan yang penting kepada kami, salah satunya beliau tidak menginginkan mahasiswa untuk hanya sekedar KKN ini diberbantukan di Kantor Desa, namun ia menginginkan mahasiswa untuk terjun ke masyarakat. “Kebetulan, saya mempunyai program untuk sensus penduduk di tingkat desa kepada RT/RW. Mungkin, mahasiswa Ibrahimy Genteng bisa membantu tugas kami” tutur Sirojoddin (28/6/2024).

Demikian selembar catatan perjalanan ini. Secara teknis, pelaksanaan KKN IAI Ibrahimy tahun 2024 dilaksanakan di 4 kecamatan. Di antara 4 desa tersebut, secara rinci, mahasiswa diterjunkan di 19 desa dan 1 kelurahan.

Editor: Humas IAI Ibrahimy

List Berita Lainnya

PADUAN SUARA IAI IBRAHIMY…

2017-09-30 10:23:45